Loading...

Partikel Penyusun Atom

PARTIKEL PENYUSUN ATOM. Apabila penggaris plastik digosok-gosokkan pada rambut kering, penggaris tersebut dapat menarik potongan kecil kertas. Peristiwa tersebut membuktikan bahwa penggaris memiliki sifat listrik, karena penggaris merupakan materi yang tersusun atas atom-atom. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa atom memiliki sifat listrik.  Penyelidikan tentang sifat kelistrikan suatu atom dilakukan selama bertahun-tahun oleh beberapa ahli di antaranya J.J. Thompson, Eugen Goldstein, Rutherford, dan Bathe & Becker.

Sifat listrik yang di miliki oleh suatu Atom di pengaruhi oleh partikel-partikel penyusunnya.  Seperti kita ketahui, partikel penyusun atom ada 2, yaitu Elektron yaang bermuatan negatif, dan Inti Atom (Proton &Neutron) yang bermuatan Positif. Berikut adalah pembahasan tentang Partikel penyusun Atom, di mulai dengan Elektron.
1. Elektron

Elektron ditemukan oleh Joseph John Thomson pada tahun 1897. Penemuan elektron diawali dengan ditemukannya tabung katode oleh William Crookes. Kemudian J.J. Thomson meneliti lebih lanjut tentang sinar katode ini dan dapat dipastikan bahwa sinar katode ini merupakan partikel, sebab dapat memutar baling-baling yang diletakkan di antara katode dan anode. Percobaan Thomson dengan Tabung Katoda dapat di lihat di Gambar berikut ini.



Dari hasil percobaan tersebut, J.J. Thomson menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom yang bermuatan negatif dan selanjutnya disebut elektron. Bahkan dari percobaaanya itu, J.J. Thomson berhasil menentukan perbandingan antara muatan dengan massa elektron (e/m) sebesar 1,76 × 108 C/g. Kemudian pada tahun 1909, Robert Millikan dari Universitas Chicago menyemburnakan penemuan Thomson dan berhasil menentukan besarnya muatan 1 elektron sebesar 1,6 × 10-19 C.

Dengan demikian, maka harga massa 1 elektron dapat ditentukan dari
harga perbandingan muatan dengan massa elektron (e/m).
Dengan Nilai e/m = 1,76 x 108 C/g, maka:

Massa 1 elektron = 1,6 × 10-19 C /1,76 × 108 C/g x 1/1836
                            =   9,11 x 10-28 g
Dan Angka  9,11 x 10-28 g di tetapkan sebagaai Massa 1 Elektron.

Setelah penemuan elektron, maka model atom Dalton tidak dapat diterima lagi. Menurut J.J. Thomson, atom merupakan partikel yang bersifat netral. Karena elektron bermuatan negatif maka harus ada partikel lain yang dapat menetralkan muatan negatif tersebut yaitu partikel yang bermuatan positif. Dari penemuannya tersebut, J.J. Thomson mengemukakan teori atomnya yang dikenal dengan teori atom Thomson, yaitu:
Atom merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan di dalamnya tersebar elektron yang bermuatan negatif.

Karena tersebarnya elektron-elektron di dalam atom bagaikan kismis, sehingga disebut juga model Atom Thomson doi sebut juga Model Atom Roti Kismis

Next: INTI ATOM
Bagikan :
Loading...
Back To Top