Loading...

Model Atom Mekanika Kuantum

Model Atom Mekanika Kuantum. Model atom mekanika kuantum adalah suatu model atom yang didasarkan pada teori mekanika kuantum Werner Heisenberg. Model atom mekanika kuantum dikembangkan oleh Erwin Schrodinger pada tahun 1927. Dasar dari model atom mekanika kuantum ini adalah prinsip ketidakpastian Heisenberg yang berbunyi:

“Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan, yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti atom”

Berdasarkan aza ketidakpastian Heisenberg tersebut, Erwin Schrodinger mengemukakan teori atomnya  yang disebut dengan teori atom mekanika kuantum. Dalam teorinya, Erwin Schodinger menyataka nbahwa :

Bunyi Teori Atom Mekanika Kuantum

Kedudukan elektron dalam atom tidak dapat ditentukan dengan pasti, yang dapat ditentukan adalah probabilitas menemukan elektron sebagai fungsi jarak dari inti atom.

ATOM MODERNDaerah atau ruang dengan peluang terbesar menemukan elektron disebut orbital, sedangkan lintasan berbentuk lingkaran dengan jari-jari tertentu disebut orbit. Salah satu cara memaparkan orbital adalah dengan pola titik-titik. Densitas (kerapatan) titik-titik menyatakan besar-kecilnya peluang menemukan elektron di daerah itu. Istilah lain untuk menyatakan peluang menemukan elektron adalah densitas elektron. Daerah dengan peluang besar menemukan elektron berarti mempunyai densitas yang tinggi dan seebaliknya.

Model atom dengan orbital lintasan elektron inilah yang kemudian disebut model atom mekanika kuantum. Awan elektron disekitar inti menunjukkan tempat kebolehjadian elektron. Orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama atau hampir sama akan membentuk sub kulit. Beberapa sub kulit bergabung membentuk kulit. Walaupun posisi kulitnya sama tetapi posisi orbitalnya belum tentu sama. Berikut ini adalah ciri khas model atom mekanika kunatum.

Ciri khas model atom mekanika kuantum

  1. Gerakan elektron memiliki sifat gelombang sehingga lintasannya (orbitnya) tidak stasioner seperti model Bohr, tetapi mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi gelombang.
  2. Bentuk dan ukuran orbital bergantung pada harga dari ketiga bilangan kuantumnya.
  3. Posisi elektron sejauh 0,529 Amstrong dari inti H menurut Bohr bukannya sesuatu yang pasti, tetapi boleh jadi merupakan peluang terbesar ditemukannya elektron.
Bagikan :
Loading...
Back To Top