Loading...

Jenis-jenis Oligosakarida | Klasifikasi Karbohidrat

Jenis-jenis Oligosakarida. Oligosakarida adalah polimer monosakarida yang mempunyai derajat polimerasi antara 2 hingga 10, yang bersifat larut dalam air. Oligosakarida apabila dihidrolisis akan pecah menjadi beberapa monosakarida penyusunnya. Jenis-jenis Oligosakarida dikelompokan berdasarkan pada jumlah polimer monosakarida yang menjadi penyusunnya, contohnya: disakarida, trisakarida, tetrasakarida, dll. Oligosakarida yang paling banyak terdapat dialam adalah yang termasuk dalam kelompok disakarida. Berikut ini adalah jenis-jenis Oligosakarida.

Jenis-jenis Oligosakarida

1. Sukrosa atau sakarosa (C11H22O11)
Sukrosa atau sakarosa adalah oligosakarida yang tersusun dari dua polimer monosakarida yaitu Glukosa dan Fruktosa. Sukrosa memiliki rumus molekul yang hampir sama dengan laktosa dan maltosa tapi berbeda pada struktur molekul. Sukrosa tidak mempunyai sifat pereduksi karena tidak mempunyai gugus OH bebas yang reaktif.
Sukrosa adalah oligosakarida yang mempunyai peranan sangat penting dalam proses pengolahan makanan. Sukrosa diperoleh dari hasil pengolahan tetes tebu, nira kelapa, siwalan (lontar), dll. Sukrosa juga dapat di hidrolisis menjadi komponen penyusunnya yaitu fruktosa dan glukosa. Pada umumnya, sukrosa berbentuk butiran-butiran kristal halus dan sedikit kasar. Tapi jika dipanaskan dengan sedikit penambahan air, sukrosa akan terurai menjadi glukosa dan fruktosa yang biasa di sebut dengan istilah gula invert.
2. Laktosa (C12H22O11.H2O)
Laktosa adalah kelompok disakarida yang terdapat dalam susu. Laktosa merupakan disakarida yang berasal dari kondensasi antara galaktosa dan glukosa, yang membentuk ikatan glikosida1→4-β. Nama sistematis laktosa adalah β-D-galaktopiranosil-(1→4)-D-glukosa. Laktosa bersifat reduktif karena memiliki gugus hidroksil (OH) bebas yang reaktif.
Dalam proses pencernaan, laktosa akan dicerna dengan bantuan enzim laktase hingga terurai menjadi gula sederhana penyusunnya yaitu glukosa dan galaktosa yang dapat segera diserap oleh usus dan dirubah menjadi kalori dalam proses metabolisme tubuh.
3. Maltosa
Maltosa atau malto biosa adalah disakarida yang terbentuk bila pati (Amilum) di hidrolisis oleh amilase. Maltosa adalah terbentuk dari dua molekul glukosa. ikatan yang terjadi ialah antara atom karbon nomor 1 dan atom karbon nomor 4, oleh karenanya maltosa masih mempunyai gugus –OH glikosidik dan dengan demikian mempunyai sifat pereduksi.
4. Rafinosa
Rafinosa adalah suatu trisakarida yang penting, terdiri atas tiga molekul monosakarida yang berikatan, yaitu galaktosa-glukosa-fruktosa. Atom karbon 1 pada galaktosa berikatan dengan atom karbon 6 pada glukosa, selanjutnya atom karbon 1 pada glukosa berikatan dengan atom karbon 2 pada fruktosa. Rafinosa tidak bersifat reduktif karena tidak mempunyai gugus hidroksil bebas.
5. Selobiosa
Selobiosa adalah kelompok disakarida yang terdiri atas dua molekul glukosa yang mempunyai ikatan glikosidik antara atom karbon 1 dengan atom karbon 4. Selobiosa bersifat reduktif.
Bagikan :
Loading...
Back To Top